Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

15 Mei 2010

Ramalan-Ramalan Yang Gagal Tentang Kiamat

Banyak sekali ramalan-ramalan yang ternyata gagal dan tidak terbukti. Di antara sekian banyak ramalan yang gagal itu, mari kita bahas salah satunya, yaitu ramalan tentang WAKTU datangnya hari kiamat (end of the world).
Berikut ini daftar RAMALAN KIAMAT yang GAGAL (beserta sumber beritanya):
Kiamat Tahun 1843
William Miller, pendeta Advent asal Inggris mendapat pewahyuan tahun 1815, bahwa kiamat akan terjadi tahun 1843. Penerusnya kemudian merevisi kiamat akan terjadi tahun 1844.
http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Disappointment
November/Oktober 1982
Pada akhir tahun 1976, Pat Robertson memprediksi bahwa akhir dunia akan datang pada bulan November atau Oktober 1982. Dalam siaran Mei 1980 dari The 700 Club, ia menyatakan, “Saya menjamin Anda pada akhir tahun 1982 akan menjadi hari penghakiman pada dunia.“
http://en.wikipedia.org/wiki/Pat_Robertson
9 September 1999
Sang “Imam Mahdi” Syamsuri pernah meramalkan bahwa 9 September 1999 adalah hari kiamat. Ratusan orang diajak ke padepokannya menyambut kiamat tepat pukul 09.00 WIB. Sebelum ramalan itu terwujud, ia malah diciduk polisi. Palu hakim menghukumnya 11 bulan penjara.
Begitu ramalan kiamatnya pada 9-9-1999 meleset, dia berkilah. “Kiamat tetap akan terjadi dalam waktu dekat ini,” katanya. Setelah kiamat, orang-orang terpilih yang masih hidup. Kakek 15 cucu inilah yang bakal memimpin mereka. Itu sebabnya, dia tetap menunggu kiamat, sambil mengurus kebun jeruk di belakang rumahnya.(GATRA, Jumat 14 November 2003)
http://www.gatra.com/2003-11-17/artikel.php?id=32219
http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=DwVaVlUEBQdQ
31 Desember 1999
Joseph Kibwetere dari Uganda (Afrika), pendiri The Movement for the Restoration of the Ten Commandments of God, bernubuat bahwa dunia akan berakhir pada 31 Desember 1999 (yang diralat menjadi 31 Desember 2000). Tahun 1998, ia dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan jiwa.
Sebelum 31 Desember 2000 ia menyuruh seluruh jemaatnya berkumpul dalam sebuah bangunan gereja. Setelah jemaat berkumpul, pintu serta jendela gereja ditutup dan Joseph membakar gereja tersebut. Akibatnya, ketika api padam, pihak keamanan menemukan 330 tengkorak manusia dalam keadaan gosong di antara puing-puing.
http://www.infoplease.com/ipa/A0855254.html
http://www.mayhem.net/Crime/uganda.html
5 Mei 2000
Dalam bukunya, Ice: The Ultimate Disaster (1997) Richard Noone memprediksikan bahwa pada 5 Mei 2000, planet-planet akan bersejajar dan kehidupan akan berakhir seiring dengan mencairnya semua es di muka Bumi.
Sekitar 18 bulan sebelum “hari kiamat” itu, Benjamin Radford (dari Skeptical Inquirer science magazine), mewawancarai Mr Noone tentang buku dan ramalannya; Radford sempat bertanya apakah mereka bisa mengatur pertemuan/wawancara pada tanggal 6 Mei 2000, kalau-kalau dunia tidak berakhir. Tapi Noone menolak.
http://bobpark.physics.umd.edu/WN00/wn050500.html
http://www.amazon.com/2000-Ice-Ultimate-Disaster/dp/B000M17YE2
http://www.amazon.com/Ice-Ultimate-Disaster-Richard-Noone/dp/0609800671
10 November 2003 (akhir dari akhir zaman?)
Mangapin Sibuea dari Bandung Selatan dan para pengikutnya, sekitar 300 orang berkumpul dan melakukan ritual, seperti menyanyi, menari, dan berpuasa, ada yang 3 hari 3 malam tak makan, ada juga yang 7 hari 7 malam tak makan. Semua itu dilakukan untuk bersiap-siap menjemput Kiamat, 10 November 2003.
(Tempointeraktif.com, 12 November 2003 – Setelah ‘Kiamat’ Sekte Sibuea Tak Terjadi)
http://www.infoanda.com/linksfollow.php?lh=UFMABVtVBQUC
*http://www.arsip.net/id/link.php?lh=UFMABVtVBQUC
~
Tentu saja masih banyak ramalan-ramalan lain tentang kiamat yang tidak saya sebutkan di sini, yang ternyata semuanya GAGAL. Anda bisa membaca artikel berisi “Empat Puluh Empat Ramalan Tentang Kiamat yang Tidak Terbukti” oleh James Randi Educational Foundation di situs ini: http://www.randi.org/encyclopedia/appendix3.html.
21 Desember 2012
Menurut NASA, ilmuwan terpercaya di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada ancaman yang berhubungan dengan tahun 2012. Planet kita telah menjadi tempat hidup yang baik selama lebih dari empat miliar tahun.
NASA bersikeras kalender Maya sebenarnya tidak berakhir pada 21 Desember 2012, yang dianggap sebagai akhir dari peradaban manusia sekarang dan mulainya peradaban baru.
Bangsa Maya Modern di Guatemala dan Meksiko juga menyangkal ramalan tentang kiamat. “Tidak ada konsep kiamat dalam budaya Maya,” demikian kata Yesus Gomez, kepala the Guatemalan confederation of Mayan priests and spiritual guides, kepada The Sunday Telegraph.
Cirilo Perez, seorang penasihat Presiden Guatemala Alvaro Colom, mengecam eksploitasi komersial budaya Maya oleh pihak luar. “Ketika orang asing melihat kita, mereka berpikir ‘Lihat Maya, betapa baiknya, betapa cantik’, tetapi sebenarnya mereka tidak mengerti kita.” katanya.
http://www.telegraph.co.uk

23 November 2009

kiamat 2012] KIAMAT YANG BEGITU DEKAT, MENGAPA HARUS DIRAMAL? Kategori Aqidah by Sutikno bin Tumingan Orang ramai bicara tentang kiamat, saat kehanc

Orang ramai bicara tentang kiamat, saat kehancuran bumi yang kemudian diikuti dengan dibangkitkannya manusia kembali. Kini semakin ramai diperbincangkan kembali. Bukan masalah ada atau tidaknya kiamat, karena hampir semua orang percaya adanya kiamat. Yang sedang hangat didiskusikan adalah kapan kiamat itu tiba.
Alam dunia adalah salah satu fase kehidupan yang dilalui oleh manusia, suatu saat nanti dunia ini akan berakhir dan manusia berpindah kepada fase kehidupan berikutnya yaitu alam akhirat. Akhir kehidupan dunia inilah yang disebut kiamat.
Sesungguhnya setiap makhluk hidup —apakah itu manusia, hewan, atau tumbuh-tumbuhan— memiliki tanda-tanda dari akhir kesudahan hidupnya di dunia. Tanda-tanda dekatnya kematian manusia adalah rambut beruban, tua, sakit, atau lemah. Begitu juga halnya dengan hewan, hampir sama dengan manusia. Sementara tumbuhan warna menguning, kering, jatuh, lalu hancur. Demikian juga alam semesta, memiliki tanda-tanda akhir masanya seperti kehancuran dan kerusakan.
Kiamat disebut juga dengan Sa’ah. Sa’ah asalnya adalah sebagian malam atau siang. Dikatakan juga bahwa sa’ah segala sesuatu berarti waktunya hilang dan habis. Dari makna ini, sa’ah atau kiamat mengandung dua macam, yaitu:
Sa’ah khusus bagi setiap makhluk, seperti tanaman, binatang dan manusia ketika mati; dan bagi sebuah umat jika datang ajalnya. Itu semua dikatakan telah datang saatnya.
Sa’ah umum bagi dunia secara keseluruhan ketika ditiup sangkakala, maka hancurlah segala yang di langit dan di bumi.
Bagaimana dengan kiamat yang sebenarnya? Tentu saja lebih dahsyat, lebih besar, dan lebih mengerikan. Al-Quran banyak menyebutkan tentang kejadian di hari kiamat. Tanpa keraguan sedikit pun, kaum muslimin meyakini bahwa kiamat memang akan tiba. Kepastian terjadinya ditetapkan oleh dalil-dalil al-Quran dalam jumlah yang banyak.
Di antara dalil-dalil tersebut adalah:
“Dan sesungguhnya Sa’ah (Hari Kiamat) Itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Al-Hajj: 7).
“Sesungguhnya Hari Kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.” (Ghafir: 59).
KEDATANGANNYA DIDAHULUI DENGAN TANDA
Terjadinya kiamat adalah hal yang ghaib. Hanya Allah yang tahu. Tidak satu pun makhluk-Nya mengetahui kapan kiamat, baik para nabi maupun malaikat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.” (Luqman:34)
Karena itulah, ketika ditanya tentang hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengembalikannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Kepada-Nya lah dikembalikan pengetahuan tentang hari kiamat.” (Fushilat:47)
Allah merahasiakan terjadinya hari kiamat, dan menerangkan bahwa kiamat akan datang secara tiba-tiba.
“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’” (Al-A’raf: 187)
Ibnu Katsir berkata, “Firman Allah, ‘Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia’ adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada nabi-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam, apabila beliau ditanya tentang waktu terjadinya kiamat, hendaklah mengembalikan pengetahuan tentang itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya Dialah yang menjelaskan waktu kedatangannya atau mengetahui kejelasan
perkara itu dan kapan kepastian waktunya.’ (Tafsir Ibnu Katsir juz III hal. 518)
Meskipun tidak diketahui, kiamat sebenarnya sudah dekat waktu kedatangannya. Allah nyatakan di dalam al-Quran,
“Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi Hari Berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (Al-Ahzab:63)
“Telah dekat datangnya sa’ah itu dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1).
Nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam, di antaranya, pernah bersabda menyatakan betapa dekatnya waktu datangnya hari kiamat,
“Aku diutus, sedangkan aku dan Hari Kiamat adalah seperti ini,’ beliau menyandingkan antara jari tengah dan jari telunjuk.” (Syu’abul Iman juz VII hal 259/260 no. 10235, menurut penulisnya hadits ini dikeluarkan oleh Bukhari dari hadits Abu Hushain).
Dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim ketika Jibril datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya tentang kapan Kiamat, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab,
“Yang ditanya tentang Hari Kiamat tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” (Shahih al-Bukhari no. 48 dan Muslim no. 9)
Namun demikian, sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya telah menjadikan kiamat memiliki alamat yang menunjukkan ke arah itu dan tanda-tanda yang mengantarkannya.
“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tanda-nya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” (Muhammad: 18)
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula) (Al-An’am: 158)
Tanda-tanda kiamat adalah alamat kiamat yang menunjukkan akan terjadinya kiamat tersebut. Tanda-tanda kiamat ada dua: tanda-tanda kiamat besar dan tanda-tanda kiamat kecil.
Tanda kiamat kecil adalah tanda yang datang sebelum kiamat dengan waktu yang relatif lama, dan kejadiannya biasa, seperti dicabutnya ilmu, dominannya kebodohan, minum khamr, berlomba-lomba dalam membangun, dan lain-lain. Terkadang sebagiannya muncul menyertai tanda kiamat besar atau bahkan sesudahnya.
Tanda kiamat besar adalah perkara yang besar yang muncul mendekati kiamat yang kemunculannya tidak biasa terjadi, seperti muncul Dajjal, Nabi Isa, datangnya Ya’juj dan Ma’juj, terbit matahari dari Barat, dan lain-lain.
Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan yang muncul dari tanda kiamat besar. Tetapi Ibnu Hajar berkata, “Yang kuat dari sejumlah berita tanda-tanda kiamat, bahwa keluarnya Dajjal adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar, dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh di muka bumi. Dan diakhiri dengan wafatnya Isa.”
Sedangkan terbitnya matahari dari barat adalah awal dari tanda-tanda kiamat besar yang mengakibatkan perubahan kondisi langit. Dan berakhir dengan terjadinya kiamat.” Ibnu Hajar melanjutkan, “Hikmah dari kejadian ini bahwa ketika terbit matahari dari barat, maka tertutuplah pintu taubat.” (Fathul Bari)
Jadi kalau kita perhatikan, sebagian tanda kiamat kecil di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. La haula wa la quwwata illabillah….
Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat.
SIAPA BISA MERAMAL KIAMAT?
Banyak peramal meramaikan bursa dugaan datangnya kiamat. Isaac Newton dikabarkan meramalkan kiamat pada tahun 2060. Sebagian orang beranggapan, berdasarkan perhitungan kalander bangsa Maya. Kiamat, menurut anggapan mereka, terjadi pada tahun 2012, tepatnya 21 ‘Desember. Wow!
Bukan berarti anti kiamat, namun terlalu na’if membenarkan sebuah prediksi yang kesannya terlalu dipaksakan. Memang saat ini kita masuk kedalam zaman akhir, namun akhir zaman tetaplah sebuah misteri kepunyaan Allah. Tidak ada dalam satu agama manapun yang menyebutkan secara eksplisit kapan terjadinya kiamat dengan secara terbuka. Semua hanyalah bersifat tanda-tanda. Kiranya dengan begitu manusia menyadari bahwa setiap hari
bisa menjadi akhir untuk hidup mereka di dunia dan tidak ada seorangpun di dunia ini yang diberi sebuah wewenang untuk mengetahui kapan secara pasti hari kiamat akan terjadi. Yang terjadi saat ini adalah sebuah kesoktahuan manusia untuk berusaha memprediksi angka jadi kapan dunia ini akan berakhir.
Terkait dengan akhir penanggalan panjang suku Maya jelas itu hanya hitung-hitungan yang penuh dugaan. Tidak layak seorang muslim mempercayai ramalan semacam itu. Kalaulah benar tahun 5126 M yang bertepatan dengan tahun 2012 M adalah tahun berakhirnya penanggalan mereka yang diyakini pula dengan berakhirnya dunia maka bukanlah berarti bahwa dunia ini akan hancur (kiamat), dikarenakan menurut kosmologi suku Maya bahwa bumi diciptakan 5 kali dan dihancurkan 4 kali. Dengan demikian siklus kalender Maya boleh berakhir, namun siklus baru akan kembali berulang.
Bahkan sebagian ahli mengatakan,
‘Ramalan-ramalan itu benar-benar tidak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal,” kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang juga ahli tulisan hieroglif Maya. “Penggambaran bangsa Maya tidak pernah menyebut-nyebut hal ini.”katanya.
Bangsa Maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.
Sebagian meramal berdasar teori planet Nibiru, bantahan yang ada dari seorang ahli di NASA mengatakan “Kami saja sampai sekarang masih berdebat soal Pluto, tiba-tiba ada orang yang mengatakan adanya planet Nibiru. Dari mana ini? Lucu sekali, kami sampai sekarang belum bisa menemukan planet lain, sudah ada yang menemukan planet Nibiru pula,
tanpa ada konfirmasi dari mana berita itu muncul.”
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
“Kunci-kunci ghaib itu lima, ‘Sesungguhnya hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada yang seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Shahih al-Bukharino.4261)
Al-Qurthubi menyebutkan pendapat Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa kelima kunci ghaib tersebut tidaklah ada yang mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal itu juga tidak diketahui oleh para malaikat, para Nabi yang diutus. Karena itu barang siapa yang beranggapan bahwa dirinya mengetahui sesuatu tentang itu semua, maka orang itu telah mengingkari al-Quran dikarenakan ia telah menyalahinya. (Al-Jami’ Li Ahkamil Quran juz XIV hal. 400)
Allah lah yang mengetahui kebenaran hakikinya, bahkan terhadap berbagai penafsiran tentang alam semesta ini, perkembangan alam maupun kehidupan yang seluruhnya merupakan teori-teori, seperti halnya teori ledakan besar, teori ini dan itu. Sebagaimana sebuah teori, tentu akan ada pula sebagian ilmuwan lainnya yang melakukan penyanggahan terhadapnya dengan berbagai teori lainnya dan begitulah selanjutnya. Adapun hakikat kebenarannya di dalam permasalahan ini tidaklah ada yang mengetahuinya kecuali Allah Azza wa Jalla, sebagaimana disebutkan didalam Al-Quran.
Lantas mengapa sebagian kita percaya dengan ramalan tersebut bahkan merasa harus menguatkan dengan uthak-athik dalil?
========
disalin dari Majalah Fatawa, Vol. V / No.11 Dzulhijjah 1430-November 2009, hal. 8-11

'

13 Desember 2008

ADA APA DENGAN MAULID NABI?

Apakah Kita Merayakan Maulid Nabishallallahu ‘alaihi wasallam?Sesungguhnya segenap pujian hanyalah milik Allah, kami puji Dia, kami memohonpertolongan, ampunan serta taubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah darikejahatan diri-diri kami dan dari kejelekan amal perbuatan kami. Siapa yang diberi petunjukoleh Allah, niscaya tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan Allahmaka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilahyang berhak diibadahi melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya. Dan aku bersaksibahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya.Wa ba’du:Sesungguhnya seutama-utama kewajiban atas seorang mu’min adalah keyakinannya,yaitu beriman secara mantap bahwa Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi kita danmencukupkan nikmat-Nya atas kita dengan dibangkitkannya serta diutusnya seorang rasulyaitu Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wa ta’alaberfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agamamu dan telah Kucukupkankepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu.” (Q.S. Al-Maidah3). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Aku telah meninggalkankalian atas hujjah yang terang, malamnya seperti siangnya, maka orang yang menyimpangdari hujjah (keterangan) tersebut setelahku pasti akan binasa.” (H.S.R. Ibnu Majah.Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, hadits no. 5). Oleh karenaitu bagi seorang mu’min yang menginginkan dan sedang mencari jalan keselamatan harusmembatasi tingkah laku dan ibadahnya sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allahsubhanahu wa ta’ala untuknya melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sertatidak boleh ridha terhadap dirinya atau orang lain siapapun dia jika ada yang membuatsyariat dalam agama Allah subhanahu wa ta’ala atau menganggap sesuatu itu baikberdasarkan akalnya semata dan hawa nafsunya apa-apa yang tidak diizinkan oleh Allahsubhanahu wa ta’ala.Maka orang yang mencari kebenaran dan mencintai As-Sunnah dia tidak akan beramaldengan suatu amalan yang tidak diperbolehkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala baik perupaperayaan, atau peringatan, atau ibadah lainnya, dia hanya akan beramal dengan amalanyang ada keterangannya, lebih-lebih lagi jika perbuatan tersebut dilakukan dengan niatibadah dan mendapatkan pahala. Dari sini kita dapat memahami ucapan ulama yangberbunyi : “ Segala macam ibadah dilakukan harus dengan tauqifiyyah“, yaitu harusberdasarkan nash dari Al-Qur’an atau As-Sunnah, tidak ada tempat bagi akal untukmembuat syariat atau mengatakan baik buruknya suatu perbuatan. Apabila engkaumenginginkan dalil-dalil maka tidak terhitung banyaknya, diantaranya :a. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, makaputusannya (terserah) kepada Allah.” (Q.S. Asy-Syura 10)b. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintaiAllah, ikuti aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (Q.S. AliImran 31)c. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Siapa yang mengada-adakan sesuatu dalamagama kami ini, sesuatu yang tidak ada dasar daripadanya, maka dia itu pastitertolak.” (H.S.R. Bukhari dan Muslim)d. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Janganlah kalian mengada-adakan perkaraperkarayang baru dalam agama, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dansetiap bid’ah adalah sesat.” (H.S.R. Abu Daud dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh SyaikhAl-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud, hadits no. 3851).Saya mohon agar anda berhenti sejenak memperhatikan ucapan yang sangat teliti,diucapkan bukan berdasarkan hawa nafsu tetapi berasal dari wahyu, yaitu ….. (karenasetiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap yang bid’ah adalah sesat), sungguhjelas bagimu bahwa kata “setiap” termasuk dari ucapan-ucapan yang mempunyai artiumum, mencakup segala macam bid’ah tanpa terkecuali.e. Ucapan Ibnu Mas’ud radliyallahu 'anhu: “Ikutilah kalian Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam dan janganlah kalian berbuat bid’ah, maka itu cukup bagimu.”Akhi Mu’min…Apabila dalil-dalil di atas yang merupakan pemahaman aqidah telah engkau yakini secaramantap dan diterima dengan benar maka engkau dapat menilai setiap ibadah baik dalambentuk perkataan atau amalan berdasarkan standar ini, apakah dia itu disyariatkan ataumerupakan suatu hal yang diada-adakan apakah dia itu sunnah atau bid’ah. Kita ambilcontoh perayaan memperingati maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,kecintaan kita, imam, teladan, dan pemimpin kita ke jalan Allah subhanahu wa ta’ala yanglurus, penutup para nabi dan tuan para rasul, pemimpin orang-orang yang mempunyai wajahcemerlang (merupakan keistimewaan umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallambahwa wajah-wajah mereka cemerlang di hari akhir dikarenakan bekas air wudhu’) yangdiutus sebagai imam dan rahmat bagi seru sekalian alam. Dan kami akan bahas masalah inidengan adil dan jujur terlepas dari hawa nafsu dan segala ketetapan yang dibuat manusiapada masa lalu dan menimbangnya dengan timbangan syariat serta menilainya berdasarkankitab Allah subhanahu wa ta’ala dan sunnah nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam yangbersabda: “Sesungguhnya sebenar-benar ucapan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjukadalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan sejelek-jelek perkaraadalah sesuatu yang diada-adakan, dan setiap sesuatu yang diada-adakan adalah bid’ah dansetiap bid’ah adalah sesat.” (Hadits shahih riwayat Muslim)Beliau juga telah mewasiatkan kepada kita melalui haditsnya agar kita berpegang teguhdengan petunjuk sebaik-baik generasi dan sebersih-bersihnya, beliau bersabda: “Sebaik-baikmanusia adalah generasiku, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orangsesudah mereka.” (H.S.R Bukhari dan Muslim). Dan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’alakita memohon agar memperlihatkan kepada kami bahwa yang haq itu haq dan memberinyakemampuan untuk mengikutinya dan memperlihatkan kepada kami bahwa yang batil itubatil dan memberinya kemampuan kepada kami untuk menjauhinya.Awal Mula Berkembangnya Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallamAl-Hafizh Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah (11\172) bahwaDaulah Fathimiyyah ‘Ubaidiyyah nisbah kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Alqadah Alyahudiyang memerintah Mesir dari tahun 357 H-567 H. Merekalah yang pertama-tama merayakanperayaan-perayaan yang banyak sekali diantaranya perayaan Maulid Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam. Keterangan ini ditulis juga oleh Al-Maqrizy dalam kitabnya Al-Mawa’idz wal I’tibaar (1\490), dan Syaikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i mufti Mesir dalamkitabnya Ahsanul Kalam fiima Yata’allaqu bissunnah wal Bid’ah minal Ahkam [halaman 44-45], dan Syaikh ‘Ali Mahfudz menyetujui mereka dalam kitabnya yang baik Al-Ibdaa’ fiiMadhaarr Al-Ibtidaa’ [halaman 251] dan selain mereka masih banyak lagi. Jadi yang pertamatamamensyariatkan perayaan ini mereka adalah orang-orang Zindiq (menampakkankeislaman untuk menyembunyikan kekafiran) Al-‘Ubaidiyyun dari Syi’ah Rafidhah keturunanAbdullah bin Saba Al-Yahudi. Mereka tidak mungkin melakukan yang demikian karena cintakepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetapi karena ada maksud lain yangtersembunyi.Hukum Islam Dalam Peringatan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamSebagaimana kita ketahui bahwa segala kebaikan didapat dengan mengikuti petunjuk Nabishallallahu ‘alaihi wasallam dan tiga generasi terbaik (Shahabat, tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in)dan barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan caraberibadah yang belum pernah dilakukan pada masa yang terbaik tersebut maka ibadahnyatertolak, ia menanggung dosanya meskipun dilakukan dengan penuh keikhlasan dankesungguhan. Dan peringatan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana engkauketahui wahai saudaraku:1. Belum pernah dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak jugaKhulafa Ar-Rasyidin dan selain mereka dari para shahabat serta para Tabi’in yangmengikuti para shahabat dengan kebaikan yang merupakan generasi terbaik, danmereka adalah orang-orang yang paling mengerti tentang As-Sunnah dan palingsempurna cintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan paling depandalam mengikuti syariatnya, seandainya peringatan maulid itu baik niscaya merekaakan mendahului kita untuk memperingatinya.2. Sebagaimana engkau ketahui yang pertama-tama melaksanakannya orang-orangZindiq masa pemerintahan Fathimiyyah di abad ke-empat hijriyyah.3. Menyerupai orang-orang Nashrani yang memperingati kelahiran Al-Masih ‘AlaihisSalam, padahal kita telah dilarang untuk menyerupai mereka dan meniru merekadalam hari raya mereka.4. Sesungguhnya merayakan Maulid Nabi dan yang semisalnya dapat dipahami bahwaAllah subhanahu wa ta’ala belum menyempurnakan dien kepada umat ini, danRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam belum menyampaikan apa yang seharusnyadilakukan oleh umat, dan generasi yang utama-belum sampai kepada pengagunganterhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam mencintainya, danmemuliakannya dengan sebenar-benarnya, berbeda dengan orang-orang belakanganini. Pasti tidak ada yang mengatakan atau meyakini yang demikian kecuali orangZindiq yang keluar dari dien Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda: “Tidaklah Allah membangkitkan suatu nabi kecuali pasti atasnyauntuk menunjukkan umatnya tentang kebaikan apa yang beliau ketahui kepadamereka.” (H.S.R. Muslim). Dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seutamautamadan sesempurna-sempurna serta penutup para nabi, jika perayaan Maulid Nabimerupakan bagian dari dien niscaya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akanmenjelaskannya kepada umat atau melakukannya semasa hidupnya atau parashahabat radliyallahu 'anhu akan melakukannya. Tidak ada seorangpun yangmengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukannyakarena kerendahan hati beliau, ini menghujat beliau shallallahu ‘alaihi wasallamkarena konsekuensinya bahwa beliau telah mengurangi dan menyembunyikan sesuatudari kebaikan, hal ini mustahil terjadi pada diri beliau, juga berarti menghujat parashahabat radliyallahu 'anhum yang telah Allah subhanahu wa ta’ala puji, karenakonsekuensinya bahwa mereka mengurangi suatu amalan yang penuh berkah,berbeda dengan orang sekarang yang lebih pintar dari mereka. Hudzaifah ibnul Yamanradliyallahu 'anhu berkata: “Setiap ibadah yang belum pernah dilakukan oleh parashahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka janganlah kalian kerjakan,sesungguhnya generasi awal tidak me ninggalkan bagi generasi yang akhirperkataanpun, maka bertakwalah kepada Allah wahai para qurraa’ dan ambillah jalanorang-orang sebelum kamu.”5. Memeriahkan malam maulid bukan merupakan bukti kecintaan kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, berapa banyak yang engkau lihat dan dengar tentangorang yang memeriahkan malam perayaan tersebut, mereka adalah sejauh-jauh orangdari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kebanyakan dari mereka adalahorang-orang fasiq dan sering berbuat dosa seperti bermuamalah dengan riba,mengentengkan sholat, menyia-nyiakan sunnah-sunnah yang zhahir dan yang batindan segala perbuatan keji dan yang membinasakan. Bukti kecintaan yang benarkepada sayyidina, habibina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yangdiinginkan Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya: “Katakanlah, jikakamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu …” (Q.S. Ali Imran31).Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda: “Semua umatku masukjannah (surga) kecuali yang enggan” Mereka (para shahabat radliyallahu 'anhum)berkata: “Siapa wahai rasulullah yang enggan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallammenjawab: “Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia masuk jannah (surga) danbarangsiapa yang bermaksiat kepadaku maka dia telah enggan.” (H.S.R. Bukhari). Makakecintaan yang benar kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah denganmengikutinya dan berpegang teguh dengan petunjuknya baik secara zhahir maupunbatin, dan berjalan di atas jalannya dan mencontoh beliau shallallahu ‘alaihi wasallamdalam penampilan, perkataan, dan perbuatannya, dalam ciri-cirinya dan akhlaknya,sebagaimana telah dikatakan: “Apabila cintamu benar niscaya engkau taat kepadanya.Sesungguhnya orang yang cinta taat kepada yang dicintai.”6. Selain itu kebanyakan dari ulama masa sekarang menyebutkan kerusakan-kerusakanyang besar dan kemungkaran-kemungkaran yang terjadi pada perayaan Maulid Nabishallallahu ‘alaihi wasallam dan perayaan lainnya, bahkan orang-orang yang ikut sertadi dalamnya dan menghadirinya kemudian Allah subhanahu wa ta’ala beri petunjukdia sehingga menjauhi dan meninggalkannya mengakui akan segi negatif dariperayaan-perayaan bid’ah ini. Diantaranya adalah ucapan-ucapan syirik dan berlebihlebihandalam memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam bentuk syairsyairmeminta pertolongan dan bantuan dari beliau, dan keyakinan bahwa beliaumengetahui hal yang ghaib, sebagaimana terdapat dalam qasidah Al-Bushairi yangdijadikan dasar dari malam-malam itu: “Wahai semulia-mulia makhluk, tidak ada yangdapat saya mintai pertolongannya kecuali engkau pada saat menghadapi segalamusibah. Sesungguhnya kedermawananmu meliputi dunia dan seisinya. Dan ilmumumeliputi ilmu Lauh (Mahfuzh) dan Al-Qalam.”Kemungkaran yang lainnya adalah campur baurnya laki-laki dan wanita,menggunakan musik, minuman keras, memandang (wanita yang bukan mahram dan)anak muda yang belum tumbuh jenggot, mengkultuskan para wali, dan masih banyakkemungkaran lainnya tidak terhitung dan sukar untuk dibatasi dikarenakan adanyaperbedaan antara negeri yang satu dengan negeri yang lain, bahkan sebagian darimereka lebih mengutamakan malam itu dari malam Lailatul Qadar, sehingga merekagiat serta bersungguh-sungguh beramal pada malam tersebut tidak seperti amalan diapada malam Lailatul Qadar, juga sebagian diantara mereka yang mengkafirkan orangorangyang tidak ikut perayaan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.7. Hari dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari itu jugabeliau shallallahu ‘alaihi wasallam wafat yaitu hari yang ke duabelas dari bulan RabiulAwwal sebagaimana terdapat dalam kitab-kitab sirah, bukankah sedih pada waktu itulebih utama dari bergembira, maka secara akal mestinya menjadikan hari itu sebagaihari berkabung lebih pantas daripada sebagai hari raya (nyatanya dalam dien tidakada hari berkabung, karena memang dien bukan dengan akal).Syubhat dan BantahannyaOrang-orang yang merayakan maulid mempunyai alasan-alasan dan dalil-dalil, yang palingmenonjol adalah:1. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya ituadalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”(Q.S. Yunus 58).Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk bergembira dengan rahmat, danNabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebesar-besar rahmat, karena Allahsubhanahu wa ta’ala telah berfirman: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkanuntuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Q.S. Al-Anbiyaa’ 107)Jawabannya:Pengambilan dalil dengan ayat ini yang mereka kemukakan tidak pada tempatnya, danpenggunaan ayat yang tidak pada maksudnya, dan mereka menetapkan apa yang tidakditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang yang paling tahutentang Al-Qur’an dan yang paling paham tentang sesuatu yang dikehendaki Allahsubhanahu wa ta’ala dari nash-nash Al-Qur’an, pemahaman mereka menyimpangkaidah-kaidah syariah yang dipahami oleh As-Salaf Ash-Shalih dan seutama-utamagenerasi dalam memahami arti dan pengambilan istinbat dari Al-Qur’an, dan IbnuQayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menyebutkan perkataan ulama salaf tentangmakna dari ayat ini bahwa fadhlullah (karunia Allah) adalah Al-Qur’an sedangkanrahmat-Nya yang dimaksud adalah As-Sunnah.2. Terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam ketika sampai di Madinah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendapatkanorang-orang Yahudi melakukan puasa Asy-Syura, maka beliau shallallahu ‘alaihiwasallam bertanya kepada mereka, mereka menjawab: “Dia itu hari di mana Allahmenenggelamkan Fir’aun dan menyelamatkan Musa maka kami puasa sebagai rasasyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Saya lebih berhak dari kalian terhadap Musa as “. Maka beliau shallallahu‘alaihi wasallam berpuasa padanya (pada hari Asy-Syura yaitu hari yang ke sepuluh dibulan Muharram) dan memerintahkan untuk puasa padanya. Mereka berkata nikmatyang mana lebih besar dari nikmat keluarnya Nabi rahmah ke dunia ini pada haritersebut, dan dengan demikian sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’alaatas nikmat ini kita harus merayakannya.Jawabannya:Pengambilan dalil dengan hadits puasa hari Asy-Syura adalah pengambilan dalil yangbatil dan qiyas yang rusak dikarenakan kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala atas nikmat diutusnya Nabi ini bukan atas kelahirannya, saya tambah lagibahwa puasa hari Asy-Syura disyariatkan dan disukai berdasarkan sunnah Nabishallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau tidak mensyariatkan kepada kita untukmerayakan hari kelahirannya.3. Apa yang dikeluarkan oleh Imam Baihaqi dari Anas ra bahwa Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam meng-aqiqahi dirinya setelah kenabian, padahal kakeknya Abdul Muthalibtelah meng-aqiqahi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari ke tujuh setelah harikelahirannya, maka dapat diambil kesimpulan pengulangan yang dilakukan oleh Nabishallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebagai rasa syukur kepada Allah subhanahu wata’ala atas lahirnya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai rahmat kepada seluruhalam dan perbuatan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut sekaligus sebagaisyariat kepada umatnya untuk mencontoh beliau shallallahu ‘alaihi wasallamsesudahnya.Jawabannya:Imam Malik rahimahullah menjadikan hadits ini salah satu dari hadits-hadits yangbatil sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rusyd dalam bab Aqiqah dari kitab “Al-Muqaddimaat Al-Mumahhadaat”, dan hadits ini telah dilemahkan oleh para ulamaseperti Abdur Razaq dan Abu Daud dari Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dan Al-Bazzarrahimahullah dikarenakan lemahnya salah seorang rawi yang bernama Abdullah binAl-Muhawwar, seumpama hadits ini shahih tetap tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.4. Urwah meriwayatkan bahwa ia berkata tentang Tsuwaibah bekas budak Abu Lahabyang dimerdekakan olah tuannya karena gembira dengan kelahiran Nabi shallallahu‘alaihi wasallam kemudian ia menyusui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanyabeliau bermimpi setelah matinya Abu Lahab bahwa ia di neraka, ketika ditanyatentang keadaannya beliau menjawab ia di neraka tetapi diringankan adzabnya setiaphari Senin karena ia telah memerdekakan Tsuwaibah karena gembira akan kelahiranNabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berkata: “Sikapnya terhadapRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dilakukan oleh Abu Lahab seorang kafirpenduduk neraka, maka lebih pantas lagi dilakukan oleh seorang muslim yangbertauhid yang gembira akan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan berbuatsemaksimal mungkin sesuai dengan kesanggupannya.Jawabannya:Hadits ini mursal (salah satu istilah untuk hadits yang lemah) sebagaimanadiriwayatkan oleh Bukhari dan disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalanidalam kitab Fathul Bari, begitu pula mimpi dalam tidur tidak bisa dijadikan hujjah,dan ini bertentangan dengan Al-Qur’an yang menyebutkan dalam ayat-ayatnya bahwaamal shalih yang dilakukan oleh seorang kafir tidak dapat memberi manfaat di hariakhirat. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Dan Kami hadapi segala amal yangmereka kerjakan, lalu Kami jadikan amalitu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Q.S.Al-Furqan 23)5. Mereka berkata bahwasanya perayaan maulid apabila tidak dikhususkan pada tanggaldua belas Rabiul Awwal atau dilaksanakan di luar bulan Rabiul Awwal atau tidakdikhususkan pada waktu-waktu tertentu maka boleh-boleh saja.Jawabannya:Ini pengakuan yang batil dan ucapan yang tertolak karena ibadah dan syariat ituadalah tauqifiyyah (harus berdasarkan nash baik dari Al-Qur’an ataupun As-Sunnah),tidak boleh kita beribadah dengan tata cara tertentu yang tidak terdapat dalam syariatmeskipun dalam bentuk dzikrullah, atau membaca sirah Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam, kenyatannya juga membuktikan bahwa perayaan maulid banyak dilakukanpada bulan Rabiul Awwal.6. Sesungguhnya maulid itu pertemuan untuk berdzikir, shadaqah, memuji danmengagungkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan perkara-perkara ini dituntutoleh syariat dan perbuatan yang terpuji, banyak keterangan-keterangan yang shahihmenganjurkan hal-hal tersebut.Jawabannya:Benar, banyak hadits-hadits yang shahih menganjurkan untuk berdzikir kepada Allahsubhanahu wa ta’ala, shadaqah, dan yang lainnya. Tetapi tidak ada satuketeranganpun yang menganjurkan untuk berkumpul secara khusus, dengan bentukdan waktu yang khusus pula, begitu pula dzikir-dzikir dan do’a-do’a yang biasa dibacapada malam tersebut tidak ada asalnya dalam syariat dan tidak ada dalilnya dariwahyu, dan bait-bait syair yang dibacakan berisikan hal-hal yang berlebih-lebihan dankebatilan di dalamnya.7. Terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya bahwaseorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang puasa hariSenin, maka beliau menjawab kepadanya: “Dia itu hari di mana saya lahir dan padahari itu pula wahyu diturunkan kepada saya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telahmengagungkan hari Senin dikarenakan hari kelahirannya, kemudian mereka memilihhari kelahirannya yaitu pada tanggal dua belas Rabiul Awwal denganmengagungkannya dan merayakannya.Jawabannya:Yang diminta pada hari Senin setiap seminggu sekali adalah puasanya, tidak lebih dariitu, maka mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berpuasa di hari Seninsaja, tidak terikat dengan tanggal tertentu, sedangkan mereka mengkhususkannyasatu hari dalam setahun pada bulan Rabiul Awwal, ditambah lagi bahwa mereka tidakmengagungkan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berpuasa pada setiaphari Senin yang mempunyai banyak keutamaan, tetapi mereka mengagungkannyadengan makan dan minum dan menabuh rebana, ini sekurang-kurangnya, padahalsebagaimana telah diketahui olehmu bahwa ibadah itu adalah tauqifiyyah sehinggamengkhususkan hari tertentu untuk beribadah dan bertaqarrub (mendekatkan diripada Allah subhanahu wa ta’ala) secara tertentu pula membutuhkan kepada dalilsyar’i dan nyatanya tidak ada dalilnya atas perbuatan bid’ah tersebut. Dan jangan lupapula sebagaimana telah kami sebutkan bahwa pada tanggal dua belas Rabiul Awwaladalah hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan terputusnya wahyu darilangit ini yang masyhur dari ulama Salaf. Maka katakanlah kepadaku demi Rabbmuapakah engkau merayakan wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam atau harikelahirannya? Apakah mungkin menyatukan antara keduanya?PenutupSesungguhnya saya yakin bahwa imanmu, ketaqwaanmu, ketaatanmu kepada kekasihmuMuhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, penguatanmu terhadap syariatnya atas hawanafsumu dan pendapatmu serta pendapat manusia, saya yakin bahwa hal itu semuamengatakan kepadamu :"Janganlah kamu merayakan Maulid"Semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada Nabi kita dan keluarganya serta parashahabatnya sekalian.

JIL (JARINGAN IBLIS LA'NATULLAH)

Jaringan Islam Liberal adalah forum intelektual terbuka yang mendiskusikan dan menyebarkan liberalisme Islam di Indonesia. Forum ini bersekretariat di Teater Utan Kayu, Jalan Utan Kayu no. 68 H, Jakarta, sebidang tanah milik jurnalis dan intelektual senior Goenawan Mohammad.
Forum ini berawal dari
komunitas diskusi beberapa intelektual muda muslim yang sudah berjejaring sebelumnya. Salah satu penggagasnya adalah jurnalis senior Goenawan Mohammad 2001. Forum ini berkembang menjadi forum mailing group. Sejak Maret 2001 forum ini mulai aktif sebagai Jaringan Islam Liberal, terutama dalam menyelenggarakan diskusi-diskusi. Pada usia awalnya, perkembangan forum ini juga tak lepas dari dukungan dan kontribusi beberapa intelektual di luar maupun dari dalam kalangan JIL, seperti Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, Komaruddin Hidayat, Ahmad Sahal, Budhy Munawar-Rachman, Hamid Basyaib, Luthfi Assyaukanie, Rizal Mallarangeng, Denny J. A., Ihsan Ali-Fauzi, A.E. Priyono, Samsurizal Panggabean, Ulil Abshar Abdalla, Saiful Mujani, and Hadimulyo.
Seperti yang disebut dalam websitenya, misi JIL adalah: Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.
Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.
Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi.
JIL tidak punya sistem keanggotaan untuk menjaga kelonggaran dan inklusivisme. Setelah Ulil Abshar-Abdalla dan Hamid Basyaib, saat ini koordinator JIL adalah Luthfi Assyaukanie, seorang tokoh Islam liberal muda alumni Yordania, ISTAC Malaysia, dan University of Melbourne, Australia. Di awal masanya, JIL juga bekerja sama dengan
The Asia Foundation sebuah yayasan yang peduli terhadap sekulerisme, pluralisme, liberalisme, hingga kesetaraan gender. Saat ini ada beberapa lembaga donor yang bekerja sama dengan JIL, di samping dana sumbangan dari perorangan.

Paham Liberalisme
Seperti disebut dalam [website] resminya, Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan sebagai berikut:
a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.
Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).
b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks.
Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal.
c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.
Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.
d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.
Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.
e. Meyakini kebebasan beragama.
Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.
f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.
Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.

Blog Archive